Syam Zaini SPd MSi, Ketua PGRI Sulteng 2019-2024

Syam Zaini
Ketua PGRI Sulteng 2019-2024

Sobat62, Pengurus Provinsi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tengah, baru saja melaksanakan Konferensi Wilayah ke-22 di Palu, -11 Januari 2020. Dan melahirkan Ketua Umum PGRI Sulteng periode 2019-2024 yaitu Syam Zaini.

Mengawali masa tugasnya, kepala SMAN 4 Palu ini bersedia diwawncara warganet62.com tentang tugas dan tanggung jawab PGRI Sulteng kedepan dibawah komandonya.

Tidak lain terkait dengan permasalahan tenaga pendidik atau guru honorer, yang hingga kini belum mendapatkan kepastian pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pengangkatan ASN, tidak berpihak kepada guru honorer, yang seringkali mewajibkan syarat-yarat tertentu yang tidak bisa dipenuhi guru honorer. Baik guru honorer yang sepuh karena pembatasan usia serta rekruitmen yang menggunakan sistem CAT. Tidak lain, guru honorer yang di daerah terpencil dan teluar di Sulawesi Tengah, akhirnya banyak yang kecewa.

Berikut petikan wawancara dengan Syam Zaini di Gedung Guru Indonesia (GGI) di Kota Palu, Sabtu (11/1/2020) :

Tanya : Pemerintah Pusat mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru Honorer. Tapi ternyata, masalah guru honorer belum teratasi spenuhnya. Banyak guru honorer yang mengabdi puluhan tahun belum terangkat?

Jawab : Berkiatan dengan guru honorer yang lagi marak dengan P3K yang dilakukan, itu sebenernya merupakan kewenangan Kemendikbud, PB PGRI dalam arahan yang disampaikan ketua umum kami ibu Prof DR Unifah Rasyidi, menyampaikan bahwa regulasi yang ada itu harus itu tentunya harus dimuat yang harus dilakukan untuk pro kepada guru honorer.

Arahan PGRI, regulasi yang ada tentunya harus dibuat dan dilakukan untuk pro kepada guru honorer. Sekali lagi kami mendukung upaya, agar guru honorer sedikit demi sedikit terangkat menjadi PNS, paling tidak dilakukan secepatnya mengeluarkan SK itu. Kami sangat mendukung.

Tanya: Apakah P3K solusi terbaik?

Jawab : Tapi, Kami menyadari harus ada aturan yang jelas, sehingga P3K yang dikeluarkan Pemerintah Pusat jangan sampai merugikan guru honerer, yang menjadi sandaran nasib mereka. Mereka sudah berbuat banyak, untuk pendidikan dI daerah masing masing. Tentunya kita tidak menutup mata.

Data yang mutakhir kami dapatkan bahwa, kita masih kekurangan guru. Andaikata guru honorer tadi kita tidak diakomodir, tidak dibuatkan regulasi yang bijak, tentunya malah berdampak pada yang tidak bagus konteks turunnya kualitas pendidikan.

Kita tidak katakan guru honorer itu lantas tidak berkompeten. Mereka sangat luar biasa, tapi nasib mendukung kepada mereka.

Tanya : Apa peran PGRI?

Jawab : Peran PGRI bagaimana menjembatani kepentingan guru honorer dengan kondisi yang ada di pemerintah pusat, kementerian pusat.

Dari guru honorer, tentu tidak ada yang tidak puas. Mari semuanya melihat dengan jernih, bersama. Dari PGRI Sulteng, dalam kaitannya sikap yang diambil PGRI tetap mendukung guru honorer berupaya menyampaikan aspirasinya dan Pemerintah Pusat pun membuka diri, membedah langsung.

Jadi kita berharap banyak kepada mas Menteri Nadiem Makarim, agar langsung melihat dan membedah langsung di daerah. Petakan dulu seberapa besar, rasio guru sekarang di daerah ini, apakah kurang atau sebeliknya. Nah ketika kurang, ada guru honorer tidak terangkat? Katakalah mereka beralih ke profesi lain, ini yang perlu dipecahkan bersama.

Sekarang yang paling mendasar, guru SMK. Guru SMK itu Sulit. Ketika seorang guru SMK itu pensiun, itu untuk memproduksinya lagi sulit itu. Ini kan menjadi tantangan. Ada bahkan di daerah-daerah tertentu sebelum SMA/SMK masuk ke provinsi, itu daerah yang berdekatan, ada SMK yang yang berdekatan dan kekurangan guru. Begitu SMA/SMK naik ke provinsi, Pemerintah Provinsi kelabakan juga.

Ini saya katakan bahwa PGRI Sulteng, melalui PB PGRI nantinya agar supaya Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota berkoordinasi yang baik, yang data real yang betul betul bisa menjadi acuan nantinya mengambil kebijakan.

Tanya: Lantas, apa solusi dari PGRI?

Jawab : Bisa, kita mengusulkan per jam hitungannya. Setiap guru honrer, kecuali guru SD/ guru kelas, guru SMP dan guru SMA/SMK, gaji mereka berdasarkan jam. Ada guru honorer yang mengajar 24 jam/ minggu ada juga yang cuma 10-15 jam saja dari kelebihan guru-guru negeri yang mencukupi 24 jam.

Tidak mungkin sama antara gaji guru honorer yang mengajar 24 jam -20 jam, dengan guru yang mengajar 10-15 jam. Ada mungkin semacam aturan di setiap daerah paling tidak mengacu kepada UMP tadi, berapa layaknya per jam guru itu. Tidak mungkin guru yang mengajar 10 jam per minggu yang satu 30 jam, ump-nya sama. Nah ini lagi yang harus diterjemahkan begitu.

Kalau SMA/SMK masih bisa dibayarkan oleh dana BOS. Dengan catatan, rekan-rekan guru honorer mempunyai SK dari gubernur, bisa ditalangi dana BOS. Artinya, andai kata pemerintah daerah bisa share. Kan sebagian dana bos, sebagian P3K.

Bagi yang belum terikat P3K, bisa ditalangi oleh dana BOS. Pemerintah daerah juga bisa meshare bagi guru guru yang tidak tercover di kontrak kerja lagi. (*)

 BIODATA
  
 Nama                                :     Syam Zaini, S.Pd, M.Si
 Tempat/TTL                    :     Lhok Seumawe, 23 Juli 1970
 Jabatan di Organisasi  :     Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia
 (PGRI)
 Jabatan dalam ASN     :     Kepala SMA Negeri 4 Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
 Alamat Rumah              :     BTN Pengawu Blok K2 No. 13 Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
 Riwayat Pendidikan    :     -     SDN 11 Teladan Lubuk Linggau,Provinsi  Sumatera Selatan Tahun 1983
                                                   -     SMPN 2 Parigi,  Kabupaten Parigi Moutong Provinsi                 Sulawesi Tengah Tahun 1986
                                                   -     SMAN I Parigi, Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi                Tengah Tahun 1989
                                                   -     S1 (Sarjana Pendidikan Fisika)  Universitas Tadulako Palu, Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 1995
                                                   -     S2 ( Konsentrasi Administrasi Publik) Universitas Tadulako Palu Tahun 2011                                 
 Riwayat  Pekerjaan     :     -     Guru Fisika SMAN 6 Palu Tahun 1995-1998
                                                   -     Guru Fisika SMAN 5 Palu 1998-2000
                                                   -     Guru Fisika  SMAN 2 Palu Tahun 2000-2008
                                                   -     Kepala SMA Muhammadiyah I Palu Tahun 2008-2010
                                                   -     Kepala SMAN 8 Palu Tahun 2010-2012
                                                   -     Kepala SMAN 4 Palu Tahun 2012-sekarang
 Pengalaman                   :     -     Pelajar Islam Indonesia (PII) Sulawesi Tengah Tahun 1989 - 1995
 Organisasi                             -     Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Tengah Tahun 1989-1993
                                                   -     Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Sulawesi Tengah 
                                                          Tahun 1997-2015
                                                   -     Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kota Palu, Tahun 2008- sekarang
                                                   -     Perhimpunan Keluarga Besar PII Tahun 2008- sekarang
                                                   -     Forum Umat Islam (FUI) Sulawesi Tengah Tahun 2016-sekarang
                                                   -     Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2016- 
                                                         sekarang
                                                   -     Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Palu Tahun 2016-sekarang
                                                   -     PGRI Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 1995-sekarang 

Tinggalkan Balasan