Panahan Diminati Khalayak, Menuju Ke Arah Prestasi

Sobat62- Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sulawesi Tengah melantik secara virtual Pengurus kabupaten Perpani Kabupaten Banggai, Sabtu 25 Juli 2020. Pelantikan tersebut, merupakan pertama kalinya pelantikan pengurus cabang olahraga di Sulteng secara virtual.

Pelantikan pengurus Perpani kabupaten Banggai, membuka harapan besar prestasi panahan di Sulteng. selain minat khalayak yang cukup besar menggeluti maupun hobi memanah, prestasi panahan di Sulteng seperti anak panah yang terlepas dari busurnya.

Ketua Umum Perpani Sulteng Danny Syamsu Wawolumaja, usai pelantikan virtual, mengatakan panahan di Sulteng ibarat bayi yang belum genap lima tahun. Meski demikian, Perpani Sulteng telah melakukan beberapa kegiatan skala lokal untuk menjaring dan membina atlet panahan. Termasuk, sudah mengikuti seleksi Pra PON 2020.

“Perkembangan panahan Sulawesi Tengah di kancah nasional mulai terlihat. Ibarat anak bayi yang baru lahir, tapi kita sudah mengupayakan beberapa hal. Yang pertama kita sudah ikut sertakan beberapa kali atlet panahan pada kejuaraan tingkat nasional. Peringkat sulteng tidak jauh sekali dan sebenarnya pada saat penyisihan PON hampir lolos, tidak berada di zona terlalu jauh, sehingga kita mendapat optimisme dari Pra PON bahwa kita juga bisa,” ujar Dany.

Ketua Umum Perpani Sulteng Danny Wawolumaja

Pengurus Panahan Provinsi Sulteng mulai dibentuk pada akhir Desember 2017 lalu. Selama tiga tahun, olahraga panahan meluas ke 9 daerah di Sulteng yang ditandai dengan pembentukan pengurus cabang olahraga Perpani di daerah. Hanya empat kabupaten yang belum terbentuk pengurus yaitu kabupaten Buol, Morowali, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.

Panahan sendiri sudah tertanam pada masyarakat Indonesia, sebagaimana keyakinan umat Islam, panahan merupakan olahraga yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

Itu terbukti saat Pengprov Perpani Kabupaten Poso menggelar iven panahan antar kabupaten di Sulteng pada Maret 2020 belum lama. Animonya sangat luar biasa. Beberapa atlet panahan baik pemula maupun yang sudah mahir berbondong-bondong mengikuti iven tersebut. Tuan rumah kabupaten Poso, menjadi tuan rumah Kejurda iven panahan kejuaraan daerah tahun 2021 memperebutkan Piala Gubernur Sulteng.

Dukungan pemerintah dan juga KONI Sulteng untuk pembinaan perkembangan prestasi olahraga cukup tinggi. Dany mengatakan Perpani Sulteng telah menyelenggarakan beberapa iven besar panahan, iven kejurda dua kali, piala gubernur sekali.

“Dari koni provinsi sudah sangat membantu. Perhatian pimpinan daerah sangat tinggi terhadap cabang kita ini. koni juga telah melakukan beberapa kali pelatihan wasit dan pelatihan pelatih. Yang kami juga dilibatkan sebagai peserta,” kata Dany.

Kini, anak panah telah terlepas dari busurnya dan menuju target.Pengprov Perpani mulai mengarahkan masyarakat dari yang hobi panahan menjadi prestasi.

“Kita ketahui bersama olahraga panahan adalah olahraga yang dianjurkan Nabi SAW, itu jadi satu pintu tambahan bagi peminat untuk menggeluti panahan. Kita harapkan dari alur alur itu juga, teman-teman yang menekuni panahan dari pemikiran tersebut, bisa berkembang ke arah prestasi,” kata Dany.

Ketua LPJK Sulteng itu juga menambahkan, perlu diketahui Donald Pandiangan, juara dua dunia panahan asal Indonesia, pada saat mulai olahraga panahan pada saat umur 28 tahun baru belajar memanah, sehingga ada perbedaan bahwa cabang panahan ini tidak mutlak dari usia dini. Tidak seperti cabang lain seperti tenis, bulutangkis,

“olahraga panahan ini sebenarnya pada umur dewasa pun masih bisa. Hanya saja tentu alangkah baiknya kita bisa mulai menyaring menemukan bibit dari usia dini,” kata Dani. (sport)

Tinggalkan Balasan