Agar Prestasi Atlet Maksimal, Perlu Dipantau Kesehatan Fisik dan Mental

Sobat62 – Manajemen pembinaan prestasi olahraga di Sulawesi Tengah, perlu dilakukan evaluasi. Khususnya dalam pembinaan kesehatan mental dan fisik atlet.

Perhimpunan Pembinaan Kesehatan Olahraga Republik Indonesia (PPKORI), Sulawesi Tengah, ada di Indonesia untuk melakukan evaluasi kesehatan atlet dalam setiap latihan. Sayangnya, keberadaan PPKORI kurang dimanfaatkan cabang olahraga baik pengcab maupun di provinsi.

Ketua PPKORI Sulteng dr Rochmat Jasin Moenawar, mengatakan kesehatan atlet, fisik dan mental sangat mempengaruhi prestasi atlet.  Meskipun atlet itu punya bakat namun tak ditunjang dengan pembinaan kesehatan serta mental, maka berpengaruh besar terhadap kesinambungan prestasi.

dr Rochmat Jasin Moenawar

Fakta itu terjadi di Sulteng. Prestasi Sulteng stagnan berada di bawah. Tak pernah tembus 10 besar. Bicara fakta prestasi olahraga Sulteng tiga PON terakhir dari Kaltim, Palembang dan Jawa Barat berada di urutan lima dari bawah.

“Hanya sebagian kecil atlet sulteng yang sampai ke kancah internasional. Kenapa bisa begitu? Ternyata pembinaan kesehatan tidak maksimal. Jadi kesehatan itu secara fisik, secara mental itu harus dilakukan koordinasi ke atlet itu. Supaya atlet ini memang secara fisiknya oke, mental juga oke,” kata Moenawar.

Kata  Moenawar, olahragawan yang berprestasi maka diharuskan setiap latihan skill perlu ada evaluasi kesehatan. Disamping pelatih fokus pada skill  atlet.

Latihan bagaimanapun juga tidak ditunjang mental . ada mental juara, di PP KORI ada psikolog. Bagaimana atlet atlet ini disisi kesehatan fisik dan mental juga terbina terus. Kalau skill pelatihan itu tugas pelatih coach.

“Untuk mengevaluasi atlet maka PPKORI siap. Tidak harus menunggu pelatda. Tinggal pengcabnya menyurat ke PPKORI dan ditembuskan ke KONI,” ujar Moenawar.

PPKORI akan merekomendasikan tenaga kesehatan di spesialisasi bidang, psikolog, fisioterapi, gizi, sampai.

Sekretariat PPKORI Sulteng di kompleks Kantor KONI SUlteng sekaligus dijadikan klinik atlet untuk merawat atlet yang cedera atau membutuhkan layanan konsultasi. (sport)

Tinggalkan Balasan