Kinerja Ditjen Hubdat Kemenhub Tahun 2020

“Membangun juga prasarana transportasi jalan di tahun 2020 seperti pembangunan terminal tipe A di tiga lokasi, revitalisasi teminal tipe A di 15 lokasi, rehabilitasi UOPKB di tujuh lokasi dan terminal barang internasional di enam lokasi,”

Budi Setiyadi-Dirjen Hubdat Kemenhub.
Budi Setiyadi

Memasuki era terberat karena adanya pandemi Covid-19, pergerakan penumpang sektor transportasi darat di tahun 2020 menurun. Namun, angkutan logistik menjadi prioritas utama dan kementerian perhubungan telah berikan banyak kontribusinya dalam mendukung perrmekonomian tetap berjalan.

Dalam rangka hari perhubungan nasional, Dirjen Budi Setiyadi menyampaikan capaian kinerja Kementerian Perhubungan pada Ditjen perhubungan darat selama tahun 2020 ini.

“Kita ketahui bersama pandemi Covid-19 memang telah menurunkan aspek pergerakan masyarakat di semua sektor terutama adalah pergerakan masyarakat itu sendiri kemudian logistik dan sebagainya,” kata Budi Setiyadi pada streaming Dialog Publik Hari Perhubungan Nasional dengan tema wujutkan asa, majukan Indonesia, Kamis (17/9/2020).

Webinar itu diikuti insane perhubungan se Indonesia, termasuk dari BPTD Sulteng serta jajaran Perhubungan.

Selanjutnya, Budi menjelaskan, grafik produksi terminal transportasi bus mulai sebelum covid-19 sampai dengan sekarang terpantau menurun. Namun mulai meningkat kembali pada saat bulan Juli. Produksi penyeberangan juga menurun di beberapa daerah tertentu karena terkait aturan yang masih ketat.

 “Untuk logistik tidak terlalu tampak sekali, karena memang saat ada pandemi Covid-19 logistik menjadi prioritas utama,” ujar Budi.

Budi juga menyebutkan tantangan transportasi darat dari Kementerian Perhubungan, Ditjen perhubungan darat ada tiga hal, yang pertama  pencegahan penyebaran Covid-19, yang kedua memperbaiki perekonomian nasional dan terkhir, substanibiliti yang mempertahankan pihak operator bisa tetap bejalan di masa yang sulit.

Budi menjelaskan langkah-langkah untuk mendukung keberlangsungan terhadap operator adalah memperjuangkan relaksasi pembayaran, kebijakan pembebasan pajak kendaraan bermotor dan termasuk KIR, mempermudah pergerakan kendaraan barang dan mengatur ulang penggunaan bus penumpang untuk angkut logistik.

Untuk menjalankan perekonomian moda transportasi terminal dan pelabuhan yang sehat Budi menjelaskan pihaknya sudah melakukan sistem tiketing online dan saat ini masih dikembangkan kembali.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat membuat paradigma untuk transportasi darat adalah aman, selamat, tertib dan lancar. Kemudian pada saat pandemi Covid-19 pihaknya menambah tiga unsur yaitu sehat, bersih dan humanis.

Menurut Budi, saat ini penerapan adaptasi kebiasaan baru dengan pengukuran suhu tubuh, disinfektan kendaraan, penyediaan hand sanitizer, physical distancing untuk kendaraan bus, pengecekan masker dan sarung tangan bagi pengemudi, dan juga disinfektasi fasilitas penunjang merapakan budaya baru yang harus dijalankan.

Inilah capaian ditjen hundat 2020, memberikan kontribusi menjaga dan meningkatkan aspek ekonomi, pihaknya telah membangun aksebilitas dan konektivitas seperti di darah Kawasan Startegis Pariwisata Naisonal (KSPN) lima Bali baru tambah Bali tambah Rajaampat.

Membangun juga prasarana transportasi jalan di tahun 2020 seperti pembangunan terminal tipe A di tiga lokasi, revitalisasi teminal tipe A di 15 lokasi, rehabilitasi UOPKB di tujuh lokasi dan terminal barang internasional di enam lokasi.

Pada aspek transportasi sungai, danau dan penyeberangan 2020, dirjen hubdat juga melakukan pembangunan pelabuhan penyeberangan di 31 lokasi, pelabuhan sungai di 13 lokasi, pelabuhan danau di 14 lokasi. Kemudian di perintis penyeberangan di 253 lokasi lintas dengan angaran Rp500 Miliyar, membangun bus air empat unit dan kapal penyeberangan sembilan unit.

 “Jadi aktivitas kami tidak berkurang dan itusmeuanya untuk mendukung sebagiamana arahan pak meneteri perhubungan transpotasi untuk urat nadi perekonomian nasional,” pungkas Budi.

Tinggalkan Balasan