Hambat Laju Corona, Peran RT & RW Harus Lebih Difungsikan

Oleh, Hasanuddin Atjo

Palu, 23 Maret 2020

Pandemi corona yang disebabkan virus Covid-19, makin meresahkan masyarakat dunia. Update per 23 Maret 2020 terkait pandemi ini, diakses dari situs Worldometers menunjukkan bahwa jumlah orang meninggal secara global menjadi 14.611 jiwa dari positif terinfeksi 335.403 (4,35 persen). Sementara yang sembuh sebanyak 97.636 orang (29,1 persen). Italia adalah Negara terpapar covid-19 dengan persentase kematian tertinggi, yaitu sebanyak 5.476 orang (37,35 persen). Menyusul China 3.153 orang (21,58 persen). Korea Selatan termasuk rendah hanya 111 orang atau ( 0,76 persen).

Secara nasional (Indonesia) dari sumber yang sama per 23 Maret 2020 tercatat 49 orang meninggal dari 579 orang dinyatakan positif (8,46 persen) dan yang berhasil disembuhkan sebanyak 30 orang (5,18 persen). Membandingkan kecenderungan global dan nasional, menunjukkan bahwa persentase tingkat kematian dalam negeri mendekati dua kali lebih tinggi. Demikian pula dengan tingkat kesembuhan mendekati lima kali lebih rendah dari global.

Doa dan harapan Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia , kiranya kecenderungan korban positif yang meninggal dunia bisa semakin diminimalkan dan yang sembuh bisa semakin ditingkatkan.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk tujuan itu, antara lain dengan memberlakukan Lock Down atau menutup sementara keberangkatan dan kedatangan dari luar negeri ke Indonesia dan dari Indonesia ke luar negeri termasuk barang. Selain itu penerapan Standar Operasional Presedur, SOP untuk pencegahan maupun penanggulangan terus ditingkatkan dan diperluas.

Sementara itu Lock Down di dalam negeri belum bisa diberlakukan karena pertimbangan kepentingan ekonomi.

Ada empat prosedur dalam proses pencegahan dan penanggulangan pandemi corona. Pertama melalui pemantauan yang dinamakan Orang dalam Pemantauan, ODP. Dimaksudkan orang yang masuk dalam satu wilayah harus dipantau apakah yang bersangkutan berasal dari wilayah sumber penyebaran coved-19 arau bukan. Kedua adalah Pasien Dalam Pengawasan, PDP. Dimaksudkan bahwa orang tersebut telah menunjukkan gejala covid seperti demam, batuk dan sesak napas. Ketiga Suspect, yaitu PDP yang sedang mendapat pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah yang bersangkutan positif terinfeksi. Keempat, Positif dimaksudkan yang bersangkutan terbukti terinfeksi virus covid berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Rukun Tetangga, RT dan Rukun Warga, RW adalah garda terdepan dari Pemerintahan sebuah desa atau kelurahan. Peran RT dan RW menjadi penting dan strategis untuk memantau pergerakan warganya maupun bukan warganya yang masuk dan keluar dari wilayahnya.

SOP terkait dengan empat tahapan pencegahan dan penanggulangan corona sudah harus tersosialisasi dengan baik kepada desa atau kelurahan dan seluruh perangkat RT maupun RWnya, terutama yang berada pada pintu-pintu masuk dengan wilayah potensial sebagai sumber penyebaran.

Pembuatan sistem pemantauan dan pelaporan yang baku dari RT dan RW masing-masing menjadi point yang menentukan terhadap akurasi dan kecepatan sistem pendataan dan pelaporan. Diperlukan kerjasama lintas organisasi perangkat daerah, OPD terkait dengan masalah ini. Kedepan penerapan teknologi digitalisasi menjadi kebutuhan mutlak bagi pengembangan desa dan kelurahan.

Korea Selatan contoh salah satu negara yang mengedepankan peran “desa dan kelurahannya” dalam mengatur aktifitas maupun kerjasama warganya dalam mengelola potensi sumberdayanya. Kebiasaan baik ini menjadi modal dasar ketika dibutuhkan kendali pergerakan warga terkait dengan upaya meminimalkan penyebaran covid -19. Membatasi frekuensi keluar rumah, membatasi kontak sosial sesama warga merupakan cara yang paling efektif-efisien dalam upaya memutus penyebaran virus covid-19. Apakagi ditunjang dengan penerapan digitalisasi di hampir semua wilayah.

Pemerintah Korea Selatan dengan kebiasaan kedepankan peran “desa maupun kelurahannya”, mampu meminimalkan resikonya. Tercatat jumlah korban meninggal di Korea Selatan per 23 Maret 2920 hanya sekitar 111 orang dari yang positif 8.961 orang (1,24 persen). Dan telah berhasil disembuhkan sebanyak 3.166 orang (35,33 persen). Semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi bagi kita dalam meminimalkan penyebaran dan meningkatnya korban akibat virus covid-19. (HA)

Tinggalkan Balasan