Pembelajaran Berharga, Dibalik Pandemic Covid-19

Oleh, Hasanuddin Atjo

Palu, 4 April 2020

Tidak satupun “warga bumi” menghendaki bencana seperti pandemic corona yang kini telah menyebar ke 205 Negara, serta ke 32 Provinsi di Indonesia. Secara global  per 3 April 2020, 45.693 orang meninggal dari kasus 900.306 (5,75 %), dan secara nasional meninggal 181 orang dari 1.986 kasus (9,11%).

Berdasarkan kinerja 205 Negara terpapar covid-19, ada Negara  dipandang sejumlah kalangan sukses minimalkan penyebaran dan dampak bagi warganya, dan ada pula dipandang kurang sukses. Paling tidak ada  empat faktor yang  menjadi penentu kesuksesan atau kegagalan itu , yakni:(1) Kepatuhan dan kedisiplinan warga; (2) Kelengkapan peralatan dan tingkat penanganan medis; (3) Keterbukaan informasi dan penerapan teknologi digital; (4) Tingkat ketahanan pangan dan kecukupan energi.

Singapura, Jerman dan Korea Selatan, merupakan  contoh Negara yang dipandang sukses menangani dampak covid-19. Persentase orang meninggal yang sangat rendah dan yang sembuh tinggi. Berdasarkan data worldometers (30/3/2020), menunjukkan bahwa Singapura dari 879 kasus positif meninggal 3 orang (0,34%) ; Jerman dari 67.788 kasus, meninggal 648 orang (0,96%) Korea Selatan dari 9.778  kasus , meninggal 162 orang (1,65%).

Sebaliknya Italia, Spanyol dan Amerika serikat adalah contoh Negara yang dipandang kurang sukses menangani pandemic covid-19.  Per 30 Maret 2020, di Italia meninggal 13.915 orang dari 97.689 kasus; Spanyol meninggal 10.003 dari 85.195 kasus dan; Amerika Serikat meninggal 5.926 orang dari 142.793 kasus.

Tiga Negara yang dipandang sukses ini memiliki nilai kebih terhadap  4 faktor penentu kesuksesan, sedangkan tiga Negara yang dipandang tidak  sukses, lebih disebabkan karena warganya kurang patuh dan disiplin dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur, SOP, terhadap upaya  tangkal  penyebaran covid-19. Seperti social dan physical distancing serta penerapan sanitasi diri dan lingkungan.

Indonesia sejak 2 warga Depok diketahui positif di awal Maret 2020 lalu, kini dalam Tempo sebulan jumlah warga yang positif terpapar mencapai 1.986 kasus, meninggal 181 orang dan sembuh 134 orang.  Dari data ini secara kasar dapat dilihat laju peningkatan kasus sekitar 66 orang per hari, meninggal 6,2 orang dan laju kesembuhan 4,5 orang per hari. Kita berharap dalam satu bulan kedepan, laju peningkatan  kasus positif dan meninggal  bisa ditekan setinggi mungkin dan laju peningkatan sembuh didongkrak setinggi mungkin.

Bila dilihat dari empat faktor penentu kesuksesan yang dimiliki negeri ini, sepertinya kita harus berpikir dan kerja keras , karena nampaknya empat faktor itu  dinilai kurang dimiliki Negeri ini dibanding tiga Negara sukses dan tiga Negara kurang sukses.

Namun kita masih mempunyai harapan, untuk  membangun kepatuhan dan kedisiplinan  masyarakat dalam menerapkan SOP  menangkal penyebaran covid-19, karena faktor inilah yang dominan menentukan kesuksesan dari empat faktor. 

Karena itu  komando upaya penanggulan penyebaran dan dampak covid-19 menjadi satu di pusat.  Daerah harus selaras dengan regulasi Pemerintah Pusat, dan Presiden Joko Widodo  selalu menegaskan bahwa kita harus satu visi, satu komando, harus kompak untuk menangkal penyebaran Corona Virus 19.  Namun  masih ada juga pemimpin di daerah yang ingin mengambil kebijakan sendiri, namun jumlahnya tidak banyak.

Realisasi dari satu visi dan satu komando, Presiden Jokowi telah menetapkan regulasi antara lain menggelontorkan dana sebesar 405 triliun rupiah dan re-alokasi anggaran di daerah untuk menunjang penanggulan penyebaran dan dampak pandemic covid-19.

Sosial dan Physical distancing serta membiasakan hidup sehat dan bersih merupakan salah satu pembelajaran berharga yang bisa dirasakan saat ini, dan nantinya dapat menjadi modal dasar bagi Negeri ini untuk maju.

Warga harus disiplin berdiam di rumah dan membatasi keluar, harus bekerja dari rumah dan dipaksa  belajar menggunakan teknologi digital, agar  bisa melaksanakan rapat melalui sejumlah aplikasi seperti Zoom. Warga dipaksa disiplin  menjaga jarak, tidak selalu berkumpul untuk hal yang tidak penting.

Warga dipaksa  membiasakan hidup bersih, teratur dan hidup sehat seperti cuci tangan,  gunakan masker penutup mulut dalam beraktifitas.

Kita berharap kiranya pandemic covid-19 segera berakhir, dan kemudian negeri ini bisa dibangun lebih baik lagi, lebih siap lmenghadapi  ancaman akan datang yang tidak bisa diprediksi datangnya. Negeri ini harus membangun setidaknya  Tingkat kepatuhan maupun kedisplinan  warga; Kemanpuan pemamfaatan teknologi digital; Kemandirian Pangan dan Energi; serta Peningkatan pendapatan. Kesemua ini berpulang kepada kapasitas, komitmen dan reputasi pemimpin di daerah kedepan. Kedepan  dibutuhkan pemimpin daerah yang inovatif, adaptif dan selalu update agar bisa menjadi inspirasi bagi warganya dalam membangun daerah masing-masing. Semoga.

Tinggalkan Balasan