Inilah Sosok Leader BPTD XX Wilayah Sulteng

Ahmad Wahyudi, Handjar Dwi Antoro, Hasan Bisri dan Rahman Sudjana Membuat Sejumlah Terobosan.

Ahmad Wahyudi, Handjar D Antoro, Hasan Bisri, Rahman Sudjana

Palu, Balai LLAJSDP Palu Sulawesi Tengah ini merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat. Balai LLAJSDP memiliki tugas melaksanakan penyelenggaraan pembangunan, pemeliharaan, peningkatan sarana dan prasarana, fasilitasi bimbingan dan pengawasan teknis, serta koordinasi pelaksanaan operasional penyelenggaraan lalu lintas angkutan jalan, sungai, danau, dan penyeberangan.

BLLAJSDP Palu Sulawesi Tengah yang memiliki wilayah kerja meliputi : Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Sejak belum berganti nama dari BLLAJSDP Palu Sulawesi Tengah menjadi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XX Wilayah Sulteng, leader Ahmad Wahyudi ATD adalah sosok pemimpin yang punya terobosan di wilayahnya.

Rumpcheck hari raya Idul Fitri 2016 di Terminal Mamboro Palu.

Bersama dengan Handjar Dwi Antoro SSTP yang mengomando Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Pagimana. Wilayah komando OPP Pagimana membentang luas sebagaimana BLLAJSDP Palu Sulawesi Tengah, mulai dari Palu hingga ke Manado, Makassar hingga ke Mauluku Papua.

Ahmad Wahyudi melakukan gebrakan pada sinergitas kelembagaan pemerintah provinsi. Sebagai perpanjangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Ahmad Wahyudi  turut membantu menyelesaikan persoalan perhubungan di provinsi. Termasuk kala itu memfasilitasi pelaksanaan iven nasional Sail Tomini di Parigi Moutong 2015.

Ahmad Wahyudi juga mempelopori terobosan digitalisasi teknologi  lalu lintas yaitu ATCS. ATCS di Palu pertama kali dipasang pada 2016 di beberapa simpul jalan nasional di Palu. Lalu lintas di Palu makin terkontrol dan diapresisasi warga Palu.

Ahmad Wahyudi turut berperan penting dalam melengkapi sarana dan prasarana perhubungan khususnya jalan nasinal di Sulteng yang membentang 1.000 km lebih.

Ahmad Wahyudi dikenal tegas dan berwibawa di jajaran pemerintahan di daerah. Turut aktif dalam menyukseskan program dan membantu pemerintah provinsi Sulteng.

Pada tahun 2017 Kementerian Perhubungan resmi melantik 25 Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Pelantikan yang dilaksanakan pada hari jumat tgl 21 Juli 2017 berlangsung meriah, hal ini karena ada 401 pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan dari unsur Darat, Laut dan Udara yang ikut dilantik.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah memiliki 8 UPT, namun seiring dengan kebutuhan organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, akhirnya 8 UPT yg terdiri dari 4 Balai LLAJSDP dan 4 Kantor OPP dilebur menjadi 25 UPT yang tersebar seluruh Provinsi di Indonesia.

Salah satunya adalah Balai LLAJSDP Palu dan OPP Pagimana dilebur menjadi Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XX Sulawesi Tengah.

Handjar Dwi Antoro saat sidak kapal Fery sandar di Pelabuhan Bajoe, Bone, Sulsel pada 2016.

Handjar Dwi Antoro, ATD. MT. yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor OPP Pagimana diberi amanah untuk menakhodai organisasi BPTD baru tersebut.

Hanjar, sapaan akrabnya mengatakan bahwa kedepan akan terus melakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan transportasi di wilayah Sulawesi Tengah. Handar dikenal aktif menyelesaikan pesoalan perhubungan di wilayahnya.

Kemudian leader BPTD Sulteng berganti ke Drs H Hasan Bisri ATD. Hasan Bisri memimpin 2018 hingga 2019. Hasan Bisri melanjutkan program leader sebelumnya. Salah satu terobosan Hasan Bisri ialah meningkatkan sarana kepelabuhanan di wilayah wilayah Sulteng tidak terjangkau. Diantaranya pelabuhan ASDP di Boniton Banggai Kepulauan.

Hasan Bisri melakukan rumpcheck kendaraan di terminal Mamboro Palu, 2018.

Hasan Bisri juga mengupayakan kantor BPTD XX Sulteng definitive terbangun. Lokasinya di Dewi Sartika dengan luas bangunan kurang lebih 250 meter persegi. Kantor BPTD Sulteng selama ini ngontrak dan berpindah tempat. Dengan adanya gedung definitive, maka BPTD Sulteng makin berwibawa dengan memiliki gedung permanen.

Leader BPTD Sulteng kemudian berganti Kol Inf Rahman Sudjana. Rahman dilantik akhir 2019. Perwira TNI ini cakap di bidangnya. Menyelesaikan masalah perhubungan di Sulteng yang belum selesai. Apalagi pasca dihantam gempa September 2018 silam, simpul transportasi darat lumpuh. Terminal tipe A Mamboro rusak parah. Kini terminal Mamoro berfungsi kembali.

Rahman Sudjana menekankan terminal mamboro ditingkatkan fungsi dan kualitasnya. Bukan sekadar terminal. Tetapi bisa menjadi trend masyarakat. seperti halnya bandara, yang nyaman dan berkelas. Seiring dengan program Kementerian Perhubungan yang membangun beberapa terminal di Indonesia serupa dengan Bandara.

Rahman Sujana menegakkan aturan saat berada di jembatan timbang Kayumalue, Palu.

Rahman yang tegas dengan profil militernya memberantas praktik pungli di jembatan timbang Kayumalue. Menekanankan moralitas kepada jajaran perhubungan, mengedepankan loyalitas dan etos kerja. Agar pelayanan perhubungan kedepan di Sulteng makin professional dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. (*)

Tinggalkan Balasan